Hotel di Bali terisi sekitar 74% kamarnya pada 2025 dengan rata-rata USD 150 (IDR 2,35 juta) per malam, yang setara sekitar USD 111 untuk setiap kamar yang tersedia, terpesan atau tidak. Pada 2024 hotel di Asia Tenggara menyimpan sekitar 37% pendapatannya sebagai laba operasional kotor, dan properti yang dikelola terbaik lebih dari 40%. Hanya informasi.
Jadi apa angka utamanya?
Tiga angka menggambarkan kondisi pasar hotel: seberapa penuh, berapa yang dibayar tamu, dan berapa yang rata-rata dihasilkan setiap kamar sepanjang tahun. Inilah Bali pada 2025:
| Ukuran | 2025 |
|---|---|
| Okupansi (porsi kamar terjual) | 74% |
| Tarif harian rata-rata (ADR) — harga rata-rata kamar yang terjual | USD 150 · IDR 2,35 jt |
| RevPAR — pendapatan per kamar tersedia | USD 111 · IDR 1,73 jt |
RevPAR hanyalah okupansi dikalikan tarif: 74% dari USD 150 sekitar USD 111. Hanya informasi.
Mengapa RevPAR lebih penting daripada okupansi?
Karena ia menghitung kamar kosong dan kamar yang didiskon. Hotel dapat memenuhi setiap kamar dengan memotong harga dan tetap menghasilkan lebih sedikit daripada tetangga yang setengah penuh dengan tarif lebih tinggi.
Hotel termahal di Bali menunjukkan ini pada 2025: mereka hanya terisi sekitar separuh dan tetap menaikkan harga sekitar 8%. Penuh tidak sama dengan kuat. Hanya informasi.
Berapa banyak pendapatan yang disimpan hotel?
Sekitar USD 37 dari setiap USD 100, di Asia Tenggara pada 2024. Angka itu adalah laba operasional kotor (GOP) — yang tersisa setelah menjalankan hotel (staf, makanan, utilitas, penjualan, perawatan) tetapi sebelum biaya tingkat pemilik seperti sewa, pembiayaan, dan penyusutan. Properti yang dikelola terbaik menyimpan lebih dari USD 40.
Jadi hotel dengan pendapatan USD 1 juta setahun pada margin 37% menyimpan sekitar USD 370.000 pada garis GOP. Margin GOP Bali saat ini berjalan di atas norma historis. Periksa milik Anda setiap bulan, bukan sekali setahun, agar margin yang merosot terlihat lebih awal. Untuk cara hotel menyusun angka-angka ini, lihat panduan operator. Ilustrasi — bukan nasihat keuangan.
Berapa yang diambil platform pemesanan?
Kira-kira 15–25% dari setiap pemesanan yang mereka bawa. Pada malam USD 150, itu sekitar USD 22,50–37,50 sebelum tamu tiba.
Memindahkan bahkan seperlima tamu Anda ke pemesanan langsung meningkatkan laba tanpa menambah satu kamar pun. Ilustrasi — bukan nasihat keuangan.
Seberapa besar perubahannya sepanjang tahun?
Banyak. RevPAR berayun dari sekitar IDR 783.000 (≈ USD 48) per malam pada Februari menjadi IDR 2,4 juta (≈ USD 147) pada Juli — kira-kira tiga kali lebih tinggi di puncak daripada di lembah. Anggaran yang dibangun di atas angka Juli tidak akan bertahan di Februari. Lihat bagaimana operator merencanakan musim sepi. Hanya informasi.
Bagaimana hotel teratas mencapai tarif setinggi itu?
Dengan menjadi kecil, istimewa, dan berlokasi baik, bukan dengan penuh. Hotel USD 500+ di Bali rata-rata sekitar IDR 13,1 juta (≈ USD 796) per malam pada okupansi 49% — setengah penuh secara sengaja — dan RevPAR mereka tetap dua kali lipat pita harga berikutnya.
Pola di balik tarif itu:
- Lokasi: tebing Jimbaran–Uluwatu, yang memiliki tarif rata-rata tertinggi di pulau ini, sekitar IDR 4,8 juta.
- Sedikit kunci: jumlah kamar rendah (pengelola hotel menyebut kamar “kunci”).
- Produk bergaya vila: ruang pribadi, bukan koridor.
- Merek: nama yang dikenal menuntut premi sekitar 25–35%.
Lihat bagaimana kinerja berbeda per wilayah dan hotel bermerek versus independen. Hanya informasi.
Sumber: Horwath HTL / C9 Hotelworks, Bali Hotel & Branded Residences 2026; HotStats FY2024. Informasi umum tentang pasar Indonesia, bukan nasihat hukum, pajak, atau keuangan.
Punya proyek di Bali, Lombok, Labuan Bajo, Sumba, atau tempat lain di Indonesia yang membutuhkan modal penyelesaian atau ekspansi?
Ceritakan tentang proyek Anda