Sewa jangka waktu menghitung mundur; hak milik tidak. Sebagian besar vila Bali yang dipegang asing berada di atas sewa 25–30 tahun, sehingga sebagian dari “pendapatan” setiap tahun adalah uang pemegang sendiri yang kembali sebelum tanah kembali, dan angka pendapatan sewa utama yang sama bernilai jauh lebih rendah pada sewa daripada pada hak milik. Hargai sisa jangka waktu, ketentuan perpanjangan, dan jalan keluar. Hanya informasi.
Mengapa sebagian besar vila yang dipegang asing berstatus sewa?
Karena orang asing tidak dapat memegang Hak Milik, hak milik penuh Indonesia, yang dicadangkan bagi warga negara Indonesia. Sewa 25–30 tahun adalah struktur nyata yang dapat dijalankan — tetapi ia hitungan mundur, bukan kepemilikan selamanya.
Alternatif jangka panjangnya adalah HGB (Hak Guna Bangunan, hak untuk membangun dan memegang bangunan di atas tanah) melalui PT PMA, perusahaan Indonesia milik asing, atau Hak Pakai, hak pakai. Lihat bagaimana orang asing memegang properti dan struktur apa yang dapat digunakan orang asing. Bukan nasihat hukum.
Mengapa sewa jangka waktu mengubah pendapatan sewa?
Pada sewa, sebagian dari setiap pembayaran adalah harga beli Anda yang kembali kepada Anda, bukan pendapatan. Pemilik hak milik mempertahankan tanah di akhir, sehingga tidak akan menghitung bagian itu sebagai pendapatan sewa.
Pada sewa 28 tahun, sekitar satu per dua puluh delapan dari harga — kira-kira 3,6% setahun — harus kembali setiap tahun hanya untuk memulihkan apa yang Anda bayar. Jadi pendapatan sewa 8% dari harga pada sewa 28 tahun bernilai jauh lebih rendah daripada 8% pada hak milik. Ilustrasi — bukan nasihat keuangan.
Apa yang harus diperhitungkan?
- Sisa jangka waktu, serta biaya dan kepastian perpanjangan apa pun.
- Nilai jual kembali kepada pembeli seiring jangka waktu berkurang — vila dengan sisa 10 tahun terjual jauh lebih murah daripada yang 25.
- Jalan keluar — apakah penjualan atau refinancing masih berhasil dengan sisa tahun lebih sedikit.
Lihat merencanakan jalan keluar dari properti Bali.
Apakah itu membuat sewa pilihan yang buruk?
Sama sekali tidak — itu produk yang berbeda, dan harus dihargai sebagai produk yang berbeda. Sewa dengan banyak tahun tersisa, ketentuan perpanjangan yang jelas, dan harga yang masuk akal dapat berjalan baik. Kesalahannya adalah membayar harga hak milik, atau memercayai angka pendapatan sewa ala hak milik, untuk sesuatu yang habis. Jika rencananya menahan puluhan tahun, bandingkan sewa dengan struktur lebih panjang seperti HGB melalui PT PMA. Lihat jaminan atas HGB dan PT PMA. Ilustrasi — bukan nasihat keuangan.
Sumber: Komentar Ascendure. Bukan nasihat hukum. Informasi umum tentang pasar Indonesia, bukan nasihat hukum, pajak, atau keuangan.
Punya proyek di Bali, Lombok, Labuan Bajo, Sumba, atau tempat lain di Indonesia yang membutuhkan modal penyelesaian atau ekspansi?
Ceritakan tentang proyek Anda